Jumat, 26 Juni 2015

Nikah Karena Cinta atau Cinta Karena Nikah ?

uploaded by Sinta Rahmani

Simak selengkapnya, sob.
Sobat Nida, sebelumnya, yuk, refresh lagi firman Allah subhanahu wa ta'ala berikut ini, "Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar Rum: 21).

Rasa cinta yang mendorong pada pernikahan alias nikah karena cinta adalah sesuatu yang sah-sah saja, sob. Pasti pada familiar kan dengan kisah Ali bin Abi Thalib? Beliau terkagum-kagum dengan pesona kesantunan, ibadah, dan paras Fathimah Az Zahra. Tapi, perasaan cinta itu tidak diumbar-umbar. Hanya ia simpan saja. Bahkan saat sahabat sekaliber Abu Bakar dan Umar bin Khaththab melamar Fathimah, Ali menganggap hal itu sebagai ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala. Yep, itulah kejantanan seorang lelaki yang mencintai seorang wanita. Kalo kata Salim A. Fillah, cinta Ali adalah cinta yang tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan, saat itulah cinta disebut keberanian. Atau cinta yang mempersilakan, saat itu, cinta disebut pengorbanan. Jadi, Ali ridho-ridho saja saat kedua sahabat Rasul tersebut menyampaikan lamarannya pada wanita yang dicintainya. Tapi, toh, akhirnya saat dua lamaran itu ditolak oleh Rasul, Ali mengambil kesempatan untuk melamar Fathimah. 

Jadi, kalo kamu memang cinta kepada seseorang, mewujudkannya bukan dengan pacaran atau apalah istilah lainnya, itu bukan cara yang dituntunkan Islam. Bukti cinta adalah menikah. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak diketahui (yang lebih bermanfaat) bagi dua orang yang saling mencinta semisal pernikahan." (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dan Al Baihaqi)

Bagaimana dengan cinta karena menikah? Wow, yang ini juga nggak masalah, sob. Karena menikah adalah salah satu sunnah Nabi. Hal yang sangat dianjurkan karena nilai ibadahnya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa." (HR. Al Baihaqi). 

Jadi, ketika seseorang menikah dengan niat untuk beribadah kepada Allah, maka, pasangan kita adalah pilihan terbaik yang Allah berikan yang mestinya kita cintai. Tapi, kalau perasaan cinta itu belum muncul, ya, minta saja sekuat tenaga pada Allah yang mengatur hati manusia untuk bisa mencintai pasangan kita.
Cinta yang munculnya karena iman, amal sholeh, dan akhlaq adalah cinta yang nggak akan lekang oleh keriput atau hal lainnya. Yahya bin Mu'az pernah berkata, "Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu." Ini nih, cinta yang bener, sob, cinta yang bisa membuat kita merasakan manisnya iman. "Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, bila ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan bila ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api." (Muttafaqun 'alaih)
Semoga bermanfaat.

Referensi: http://annida-online.com/nikah-karena-cinta-atau-cinta-karena-nikah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar